Kamis, 01 November 2012

Pengertian Telematika


Definisi Telematika 

Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi (http://law.ui.ac.ic/lama/telematika/index.htm)
Teknologi Informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna ( Miarso, 2007 ).

Pada praktisi menyatakan bahwa “Telematics“ adalah singkatan dari “Telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu ( konvergensi ). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.

Konvergensi Telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “The Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem computer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambigus jika istilah Telematika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika (http://law.ui.ac.ic/lama/telematika/index.htm).

Menurut instruksi presiden RI no.6 tahun 2001 tentang kerangka kebijakan perkembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia didapat pengertian telematika sebagai berikut : “……. Telekomunikasi, media dan informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika…”.
(http://www.indonesia.go.id/id/produk_uu/isi/inpres2001/ip%206-2001%20lamp.html).
Alfin Toffler berpendapat bahwa teknologi telekomunikasi dan informatika , kini populer dengan nama telematika (Yuliar,2007).

Menurut Yusuf Hadi Miarso ( 2007 ) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary ( digital ). Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel ( gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya ). Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary ( digital ). Istilah Teknologi dan Komunikasi (ICT = Information and Communication Technology ) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian telematika.

Jadi , dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi antara teknologi Telekomunikasi , Media dan Informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary / digital.
Telematika adalah istilah untuk mendefinisikan Telekomunikasi melalui media informatika. Berdasarkan definisi di atas telematika sebenarnya mencakup dua teknik yaitu: telekomunikasi dan informatika. Karena kekhususan penelitian dalam bidang penelitian seperti:

Digital signal processing, Network programming, Managemen Telekomunikasi: Routing, security, dll. Sentral telepon, router, switch, VoIP dll. Interoperabilitas: pensinyalan, operating system dan data base. Fiber optics, Network performance and Qos. Pengembangan software, dll. 

Perkembangan Telematika dan kaitannya dengan komputer

Di zamam pra-sejarah, manusia mengkomunikasikan pikiran, pengetahuan, dan gagasannya ke lingkungan sosialnya secara verbal. Dan dalam beberapa kasus, dengan menggunakan simbol-simbol material berupa ukiran pada batu, dinding gua, dan lain sebagainya. Komunikasi tertulis yang mula-mula dikembangkan memungkinkan informasi untuk disimpan dan dibaca oleh orang-orang lain di waktu-waktu kemudian. Penyimpanan dan pengalihan informasi melalui teknologi umumnya berlangsung secara lamban, mahal, dan membutuhkan banyak tenaga.

Dengan ditemukannya teknologi cetak ( printing technology ), informasi dapat dialihkan lebih banyak orang, di wilayah yang lebih luas, dan dengan biaya yang lebih murah. Jarak geografis kini tidak lagi menjadi penghalang dalam proses komunikasi dan pertukaran informasi. Biaya penyimpanan dan pengantaran informasi secara elektronik kini telah semakin banyak ditentukan oleh kebijakan public, ketimbang oleh faktor-faktor teknikal semata. Misalnya, harga pulsa telepon lebih terkait dengan kebijakan regulasi public dari pada harga actual yang dibutuhkannya.
Komputer-komputer digital dan media penyimpanan informasi berskala besar dan missal telah memungkinkan terwujudnya basis data dengan kemampuan untuk memproses dan memanipulasi informasi. 

Teknologi pemrosesan data secara elektronik ini bersama dengan teknologi komputer digital telah menghasilkan sebuah aliansi sinergis baru yang dikenal luas sebagai teknologi informasi, atau Teknologi Telematika. Ruang , waktu, dan biaya secara berangsur-angsur direduksi melalui aplikasi-aplikasi tekonologi komputer, penyimpanan missal, dan transmisi elektronikal dan optial.

Trend Telematika di masa depan

Menurut saya pengertian telematika di internet sangat beragam. Dan intinya semua yang berhubungan dengan teknologi telekomunikasi itu dapat dikatakan sebagai telematika. Dan setelah melihat dari kata “telematika” saya menganggap bahwa telematika berasal dari kata “tele” dan “mathic” yang berarti semua komunikasi yang menggunakan sebuah teknologi serta menggunakan sebuah hitungan yang tepat sehingga dapat berkomunikasi satu sama lain.
Muncul pertanyaan : Berarti jaringan computer dan lain sebagainya seperti komunikasi lewat media hp dan applikasi chating bisa dikatakan ‘telematika donk??”
Jawabannya : Benar sekali.. ilmu tersebut juga merupakan salah satu perkembangan telematika. Karena arti telematika ini sangat luas, maka kadang-kadang orang-orang dan termasuk saya juga sering bingung dengan kata itu. Tetapi dengan ruang lingkup telematika itu sendiri bisa membuat lebih jelas.
Dalam hal ini saya akan membahas salah satu perkembangan telematika yang telah ada di dunia pertelematikaan Indonesia. Melihat bagaimana pentingnya telekomunikasi dan bagaimana tarif provider telp. Di Indonesia masih relative mahal maka berkembanglah yang dinamakan VoIP (Voice over Internet Protocol) atau yang disebut telepon internet. VoIP adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa.

Bentuk paling sederhana dalam sistem VoIP adalah dua buah komputer terhubung dengan internet. Syarat-syarat dasar untuk mengadakan koneksi VoIP adalah komputer yang terhubung ke internet, mempunyai kartu suara yang dihubungkan dengan speaker dan mikropon. Dengan dukungan perangkat lunak khusus, kedua pemakai komputer bisa saling terhubung dalam koneksi VoIP satu sama lain.
Bentuk hubungan tersebut bisa dalam bentuk pertukaran file, suara, gambar. Penekanan utama untuk dalam VoIP adalah hubungan keduanya dalam bentuk suara. Jika kedua lokasi terhubung dengan jarak yang cukup jauh (antar kota, antar negara) maka bisa dilihat keuntungan dari segi biaya. Kedua pihak hanya cukup membayar biaya pulsa internet saja, yang biasanya akan lebih murah daripada biaya pulsa telepon sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) atau internasional (SLI).

Pada perkembangannya, sistem koneksi VoIP mengalami evolusi. Bentuk peralatan pun berkembang, tidak hanya berbentuk komputer yang saling berhubungan, tetapi peralatan lain seperti pesawat telepon biasa terhubung dengan jaringan VoIP. Jaringan data digital dengan gateway untuk VoIP memungkinkan berhubungan dengan PABX atau jaringan analog telepon biasa. Komunikasi antara komputer dengan pesawat (extension) di kantor adalah memungkinkan. Bentuk komunikasi bukan Cuma suara saja. Bisa berbentuk tulisan (chating) atau jika jaringannya cukup besar bisa dipakai untuk Video Conference. Dalam bentuk yang lebih lanjut komunikasi ini lebih dikenal dengan IP Telephony yang merupakan komunikasi bentuk multimedia sebagai kelanjutan bentuk komunkasi suara (VoIP). Keluwesan dari VoIP dalam bentuk jaringan, peralatan dan media komunikasinya membuat VoIP menjadi cepat popular di masyarakat umum.

Khusus untuk VoIP bentuk primitif dari jaringan adalah PC ke PC. Dengan memakai PC yang ada soundcardnya dan terhubung dengan jaringan maka sudah bisa dilakukan kegiatan VoIP . Perkembangan berikutnya adalah pengabungan jaringan PABX dengan jaringan VoIP. Disini dibutuhkan VoIP gateway. Gambarannya adalah lawan bicara menggunakan komputer untuk menghubungi sebuah office yang mempunyai VoIP gateway. Pengembangan lebih jauh dari konfigurasi ini berbentuk penggabungan PABX antara dua lokasi dengan menggunakan jaringan VoIP. Yang paling komplek adalah bentuk jaringan yang menggunakan semua kemungkinan yang ada dengan berbagai macam bentuk jaringan yang tersedia. Dibutuhkan sedikit tambahan keahlian untuk bentuk jaringan yang komplek seperti itu.
Pada awalnya bentuk jaringan adalah tertutup antar lokasi untuk penggunaan sendiri (Interm, Privat). Bentuk jaringan VoIP kemudian berkembang lebih komplek. Untuk penggunaan antar cabang pada komunikasi internal, VoIP digunakan sebagai penyambung antar PABX. Perkembangan selanjutnya adalah gabungan PABX tersebut tidak lagi menggunakan jaringan tertutup tetapi telah memakai internet sebagai bentuk komunikasi antara kantor tersebut. Tingkat lebih lanjut adalah penggabungan antar jaringan. Dengan segala perkembangannya maka saat ini telah dibuat tingkatan (hirarky) dari jaringan VoIP


http://telematika.web.id/index2.shtml
http://www.gudangmateri.com/2010/08/perkembangan-telematika-di-indonesia.html
http://nur-arianto.blogspot.com/2010/10/trend-telematika-ke-depan-voip.html

Rabu, 30 Mei 2012

Materi Rancangan Penelitian ( Sosial )


Mencari dan menulis kembali materi Rancangan Penelitian Sosial

A. FILOSOFI PENELITIAN SOSIAL
Penelitian sosial merupakan proses kegiatan mengungkapkan secara  logis, sistematis, dan metodis gejala sosial yang terjadi di sekitar kita untuk  direkonstruksi guna mengungkapkan kebenaran bermanfaat  bagi kehidupan masyarakat dan ilmu pengetahuan. Kebenaran dimaksud adalah keteraturan yang menciptakan keamanan, ketertiban, keseimbangan,  dan kesejahteraan masyarakat.
Filosofi penelitian sosial mendasari kegiatan ilmiah yang berupaya mencari kebenaran hakiki dari setiap gejala sosial yang ada. Sebagaimana dikemukakan oleh Theo Huijbers, filosofi adalah kegiatan  intelektual yang metodis dan sistematis, secara refleksi menangkap makna yang hakiki dari keseluruhan yang ada. Objek filosofi bersifat universal mencakup segala yang dialami manusia. Berpikir filosofi adalah mencari arti  yang sebenarnya dari segala hal yang ada melalui pandangan cakrawala  paling luas. Metode pemikiran filosofi adalah refleksi atas pengalaman dan pengertian tentang suatu hal dalam cakrawala yang universal. Pengolahan pikirannya secara metodis dan sistematis.Tujuannya adalah kebenaran yang menyejahterakan masyarakat. Berasarkan  pandangan  tersebut, maka dapat dirinci unsur-unsur penting filosofi yang mendasari penelitian sosial sebagai kegiatan ilmiah, yaitu: 
1. kegiatan intelektual (pemikiran);
2. mencari makna yang hakiki (interpretasi);
3. segala fakta dan gejala (objek);
4. dengan cara refleksi, metodis, sistematis (metode);
5. untuk kebahagiaan masyarakat (tujuan). .
B.  DASAR PENELITIAN SOSIAL
1.  Keingintahuan
Faktor pendorong Keingintahuan itu muncul karena ketidakpuasan terhadap gejala sosial yang ada. Untuk memperoleh jawaban dari keingintahuan tersebut, orang perlu melakukan kegiatan yang menggunakan metode yang diakui secara keilmuan. Kegiatan yang dimaksud  disebut penelitian sosial.
Penelitian adalah terjemahan dari istilah  bahasa Inggris  research yang terdiri dari  re artinya ulang dan  search artinya mencari. Jadi,  research atau penelitian itu adalah kegiatan mencari ulang, mengungkapkan kembali gejala, kenyataan yang sudah ada untuk direkonstruksi dan diberi arti guna memperoleh kebenaran yang dimasalahkan.
2.  Proses Berpikir Logis     
Dalam kegiatan penelitian sosial dikenal dua proses berpikir, yaitu proses berpikir logis dan proses berpikir kausalitas. Proses berpikir logis dibedakan lagi menjadi proses berpikir induktif dan proses berpikir deduktif. Kedua proses berpikir tersebut dijelaskan dengan contoh-contoh dalam uraian berikut. 
     a.  Proses berpikir induktif
Proses berpikir Induktif adalah suatu proses berpikir untuk menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari kasus yang bersifat khusus (individual). Proses berpikir induktif dimulai  dari pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas,  yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Pengetahuan yang dihasilkan dari proses berpikir induktif merupakan esensi dari fakta-fakta yang dikumpulkan. 
b.  Proses berpikir deduktif
 Proses  berpikir deduktif adalah suatu proses berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum. Proses berpikir deduktif biasanya menggunakan  pola berpikir yang disusun dari dua buah pernyataan serta sebuah kesimpulan (silogismus). Pernyataan yang mendukung  silogismus disebut premis yang dibedakan sebagai premis mayor dan premis minor. Berdasarkan kedua premis tersebut ditarik kesimpulan.
Ketepatan menarik kesimpulan dalam proses berpikir deduktif tergantung dari tiga hal, yaitu: 
(1) kebenaran premis mayor;    
(2) kebenaran premis minor; 
(3) kebenaran penarikan kesimpulan.
c.  Proses Berpikir Kausalitas 
Pada dasarnya setiap proses berpikir selalu menghasilkan pernyataan atau pengetahuan yang terdiri dari unsur sebab dan unsur akibat. Unsur sebab adalah peristiwa atau keadaan yang menyatakan mengapa sesuatu itu terjadi atau timbul. Unsur akibat adalah peristiwa atau keadaan baru yang terjadi atau timbul dari peristiwa atau keadaan yang sudah ada lebih dahulu.
Misalnya, mengapa lalu lintas di Bandar Lampung tidak teratur? Jawabannya adalah: “sebab kesadaran hukum pengemudi rendah”, yang menjadi sebab adalah kesadaran hukum pengemudi rendah.
3.  Penelitian Kualitatif
Penelitian  kualitatif merupakan  alat untuk melihat  sejauh mana suatu proses terjadi pada gejala sosial. Penelitian kualitatif  pada umumnya menilai fakta atau gejala sosial yang diteliti tidak menggunakan angka, melainkan cukup menggunakan standar mutu atau kualitas yang dinyatakan dengan kata kata, misalnya:   
a. rendah, sedang, tinggi;
b. kurang, cukup, banyak;
c. jelek, bagus, bagus sekali;
d. sebagian kecil, sebagian besar, pada umumnya.  
Karena menggunakan penilaian relatif atau tidak pasti, maka ada yang mengatakan hasil penelitian kualitatif itu tidak objektif. Untuk menghindari hal itu, maka diupayakan tidak hanya menggunakan analisis kualitatif, tetapi juga analisis kuantitatif. Penelitian kualitatif pada umumnya mempunyai ciri-ciri berikut ini:  
a.   Penyusunan proposal lebih mudah dengan variabel sederhana.  
b.   Alat pengumpul data sudah disusun lebih dahulu.  
c.   Bila menggunakan sampel dapat secara purposive.   
d.   Fakta (data) diperoleh langsung dari sumber pertama.
e.   Analisis data dilakukan secara kualitatif.

C.  PENELITIAN SOSIAL
1.  Penelitian Sosial Sebagai Kegiatan Ilmiah
Penelitian sosial merupakan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode, sistematika, dan pemikiran tertentu, yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala sosial tertentu, dengan jalan menganalisisnya. Selain itu, juga diadakan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta sosial tersebut untuk kemudian mengusahakan suatu  pemecahan atas permasalahan yang timbul dalam gejala yang bersangkutan.Berdasarkan pengertian ini, dapat dinyatakan bahwa penelitian sosial dianggap sebagai penelitian ilmiah apabila memenuhi kriteria berikut:  
a.   didasarkan pada metode, sistematika, dan logika berpikir tertentu;
b.   bertujuan untuk mempelajari gejala sosial tertentu (data primer);
c.  guna mencari solusi atas permasalahan yang timbul dari gejala yang diteliti tersebut.  
2.  Strategi (Pendekatan) Penelitian Sosial
Menurut Robert K. Yin, dalam penelitian sosial ada beberapa strategi yang dapat digunakan, yaitu survei, studi kasus, eksperimen, sejarah, analisis arsip. Pada penelitian sosial, strategi penelitian (pendekatan masalah) yang umum digunakan adalah pendekatan studi kasus dan survei. Dalam uraian berikutnya, strategi penelitian sosial  yang diutamakan untuk dibahas dibatasi hanya pada pendekatan studi kasus dan pendekatan  survei, dengan alasan studi kasus menggunakan logika berpikir induktif, sedangkan survei menggunakan logika berpikir deduktif.   
2.1  Pendekatan Studi Kasus
Dalam konteks studi kasus, ada tiga tipe studi kasus, yaitu studi kasus non-yudisial, studi kasus yudisial, studi kasus langsung (live case study):
a. Studi kasus non-yudisial (non-judicial case study),  yaitu studi kasus tanpa konflik yang tidak melibatkan pengadilan. Kalaupun ada konflik, diselesaikan oleh pihak-pihak sendiri secara damai.
b. Studi kasus yudisial (judicial case study),  yaitu studi kasus karena konflik yang kemudian diselesaikan melalui putusan pengadilan.
c. Studi kasus langsung (live case study),  yaitu studi kasus yang masih berlangsung dari awal kegiatan hingga berakhir.
Dipandang dari segi karakteristik kasus yang menjadi objek penelitian, studi kasus dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: 
a.   Studi kasus tunggal(single-case study) 
      Tipe studi kasus tunggal digunakan apabila kasus yang banyak itu mempunyai kriteria atau karakteristik yang sama, sehingga cukup diambil satu kasus saja. Dengan mengkaji satu kasus, maka semua kasus yang mempunyai kriteria atau karakteristik yang sama itu sudah  terwakili. Studi kasus tunggal dapat menghemat biaya, waktu,  dan tenaga. Contoh studi kasus tunggal antara lain adalah studi kasus perjanjian kredit  mikro antara usaha kecil dengan bank karena karakteristiknya sama.
b.   Studi kasus ganda (multi-case study)
      Tipe studi kasus ganda digunakan apabila ada beberapa kasus yang mempunyai kriteria berbeda,  sehingga perlu diambil semua kasus atau beberapa kasus yang mewakili semua kasus yang sejenis, secara purposive. Studi kasus ganda lebih rumit dan makan biaya, waktu, dan tenaga lebih banyak. Contoh: Studi kasus pembiayaan melalui kredit yang disalurkan oleh bank kepada pengusaha dan studi kasus pembiayaan melalui modal ventura yang disalurkan oleh perusahaan modal ventura kepada  pengusaha.
2.1.1  Tinjauan kritis (critical review)
peneliti bertujuan untuk  memperoleh gambaran lengkap, rinci, jelas, dan sistematis tentang  beberapa aspek normatif yang diteliti guna mencari dan menemukan alasan pembenaran atau penolakan suatu produk perilaku. Pada tipe ini, peneliti melakukan analisis dari  berbagai aspek dan mengungkapkan segi negatif dan segi positif suatu produk perilaku.
2.1.2  Analisis kritis (critical analysis)
 Tipe analisis kritis mengkaji dengan cermat apakah suatu peristiwa sosial, atau produk perilaku berakar pada masyarakat, sehingga didukung dan diterima oleh masyarakat karena dirasakan benar dan adil, atau sebaliknya ditolak masyarakat karena tidak benar, tidak adil, merugikan masyarakat. Tipe analisis kritis adalah tipe kajian yang paling berbobot  dari segi akademik dan segi praktis, teknik  perundang-undangan karena kondisi objektif dan nyata di lapangan dijadikan bahan kajian dan analisis. Tipe ini bermanfaat bagi pengambil keputusan, perancang undang-undang, pendidikan dan praktisi sosial, dan penyuluh  masyarakat di lapangan.
2.2  Pendekatan Survei
survei adalah serapan dari kata bahasa Inggris  survey,  artinya pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang jelas dan baik terhadap suatu masalah  tertentu dan di dalam suatu daerah tertentu. Tujuan survei adalah mendapatkan gambaran yang benar tentang suatu gejala sosial atau peristiwa tertentu yang ada atau terjadi di suatu lokasi dalam suatu daerah.
2.2.1  Probability random sampling
Penentuan sampel dapat dilakukan secara  probability random sampling. Penentuan sampel secara probability random sampling didasarkan pada seluruh populasi yang mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Penerapan probability randon sampling biasanya dilandasi pertimbangan bahwa jumlah keseluruhan populasi sudah diketahui dan hasil penelitian dipakai sebagai generalisasi terhadap keseluruhan populasi.
2.2.2  Purposive sampling
Pengambilan sampel secara  purposive sampling  disesuaikan dengan tujuan penelitian. Ukuran sampel tidak dipersoalkan. Sampel yang diambil hanya yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dengan kata lain, sampel yang dihubungi adalah sampel yang sesuai dengan kriteria tertentu yang ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian. Misalnya, suatu penelitian tentang tata tertib lalu lintas di kota Bandar Lampung.
D.  KLASIFIKASI PENELITIAN  SOSIAL
1.  Berdasarkan Sifat dan Tujuan Penelitian
 Ada tiga tipe penelitian sosial, yaitu: 
a.  penelitian eksploratori (exploratory study); 
b.  penelitian deskriptif (descriptive study); 
c.  penelitian eksplanatori (explanatory study).
1.1  Penelitian Eksploratori
Penelitian eksploratori bersifat  mendasar dan bertujuan untuk memperoleh keterangan, informasi, data mengenai hal-hal yang belum diketahui. Karena bersifat mendasar, penelitian ini disebut penjelajahan  (eksploration). Penelitian eksploratori dilakukan apabila peneliti belum memperoleh data awal sehingga belum mempunyai gambaran sama sekali mengenai hal yang akan diteliti. Penelitian eksploratori tidak memerlukan  hipotesis atau teori tertentu.
1.2  Penelitian Deskriptif
       Penelitian deskriptif bersifat pemaparan dan bertujuan untuk memperoleh gambaran (deskripsi) lengkap tentang keberadaan komunitas tertentu yang berdiam di tempat tertentu, atau mengenai gejala sosial tertentu, atau peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat. Pada penelitian tipe ini, peneliti biasanya sudah memperoleh data awal atau mempunyai pengetahuan awal tentang masalah yang akan diteliti.
1.3  Penelitian Eksplanatori
Penelitian eksplanatori bersifat penjelasan dan bertujuan untuk menguji suatu teori atau hipotesis guna memperkuat atau bahkan menolak teori atau hipotesis hasil penelitian yang sudah ada. Contoh penelitian eksplanatori bidang hukum keluarga adalah mengenai: “Pengaruh kesejahteraan rumah tangga terhadap kenakalan remaja”.


E.  LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN SOSIAL
Walaupun bidang ilmu sosial berbeda satu sama lainnya, tidak berarti penelitiannya akan berbeda sama sekali  antara satu sama lain.  Langkahlangkah yang akan ditempuh selalu mempunyai kesamaan.  Langkah-langkah penelitian sosial paling tidak adalah sebagai berikut. 
1.   Rumusan Masalah
Rumusan masalah dapat diartikan sebagai suatu pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi  dan pembatasan masalah. Rumusan masalah dapat dibuat dalam bentuk kalimat tanya atau kalimat pernyataan, sekhusus mungkin tetapi tetap mencerminkan adanya hubungan antara berbagai variabel. Rumusan masalah yang jelas akan menghindari  pengumpulan data yang tidak perlu, sehingga dapat menghemat biaya, waktu,dan tenaga.
2.  Strategi Penelitian (Pendekatan Masalah)
Setiap bidang ilmu mempunyai karakteristik penelitiannya masing-masing, termasuk juga ilmu-ilmu sosial. Khusus mengenai strategi penelitian (pendekatan masalah) sangat tergantung pada jenis penelitian. Pendekatan masalah adalah proses penyelesaian atau mencari solusi yang efektif dan efisien terhadap masalah penelitian yang telah dirumuskan sehingga mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam ilmu sosial dikenal tiga jenis penelitian, yaitu penelitian normatif, penelitian terapan, dan penelitian empiris. 
2.1  Penelitian Normatif
       Pada penelitian normatif, pendekatan masalah yang dapat digunakan
umumnya adalah  content analysis approach.  Untuk menggunakan  content
analysis approach, peneliti lebih dahulu telah merumuskan masalah dan tujuan
penelitian. Masalah dan tujuan penelitian perlu dirumuskan  secara rinci, jelas,
akurat. Makin rinci, jelas, dan akurat rumusan masalah, makin jelas, luas, dan
pasti tujuan yang akan dicapai.
       Dalam konteks  penelitian normatif, ada tiga tipe pendekatan  content
analysis, yaitu:

a.  Pendekatan eksploratori (exploratory approach)
     Pendekatan tipe ini  adalah tingkatan pertama dan sederhana yang
digunakan peneliti dalam  content analysis approach. Pada tipe ini, peneliti ber-
tujuan untuk memperoleh data awal melalui kegiatan penjelajahan (exploration)
terhadap objek penelitian.
b.  Pendekatan tinjauan/ulasan (review approach) 
     Pendekatan tipe ini adalah tingkatan kedua yang digunakan peneliti dalam 
content analysis approach.  Pada tipe ini, peneliti bertujuan untuk memperoleh
gambaran lengkap, rinci, jelas, dan sistematis tentang beberapa aspek normatif
yang dibahas atau diulas. Pada tipe ini, peneliti melakukan tinjauan dari berbagai
aspek filosofis, sosiologis, yuridis, guna mengungkapkan ketidaksempurnaan,
kelemahan, kekurangan, kecerobohan, kerugian, mudharat dari ketentuan acuan
normatif yang menjadi objek penelitian.
c.  Pendekatan analisis komprehensif (comprehensive analysis) 
     Pendekatan tipe ini adalah tingkatan ketiga dan tertinggi serta lebih
lengkap dan rinci dalam  content analysis approach  dibandingkan dengan tipe
review approach.

2.2  Penelitian Terapan
Pada penelitian terapan, pendekatan masalah yang dapat digunakan adalah  applied approach.  Untuk menggunakan  applied approach,  peneliti lebih dahulu telah merumuskan masalah dan tujuan penelitian serta langkah-langkah yang akan ditempuh.

3.  Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian sosial pada dasarnya merupakan uraian singkat tentang kerangka penelitian yang akan dilakukan. Rancangan penelitian sangat penting bagi seorang peneliti, di samping berisikan garis-garis besar pelaksanaan penelitian, juga dapat menjadi sarana  untuk memperoleh dana pembiayaan dari pihak lain.

4.  Observasi dan Wawancara  
Observasi adalah kegiatan yang dilakukan di lokasi penelitian. Ada dua
jenis observasi, yaitu observasi prapenelitian berupa peninjauan di lapangan, penjajagan awal mengenai segala hal yang berhubungan dengan penyusunan rancangan penelitian dan kemungkinan memperoleh data yang diperlukan. Selain itu, observasi merupakan kegiatan pengumpulan data di lokasi penelitian dengan berpedoman pada alat  pengumpul data yang sudah disiapkan lebih dahulu. Alat pengumpul data di lapangan dibuat berdasarkan rancangan penelitian. Penyusunan alat pengumpul data dilakukan dengan teliti karena menjadi pedoman pengumpulan data yang diperlukan. Selain observasi, alat pengumpul data biasanya berbentuk kuesioner, baik tertutup maupun terbuka, dan pedoman wawancara.

5.  Pengolahan dan Analisis  Data
                        Apabila data sudah terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah mengolah dan menganalisis data. Langkah ini sangat penting dalam penelitian sosial. Apabila kurang dipahami dan tidak dikerjakan dengan sungguh sungguh, maka hasil penelitian kurang memuaskan. Terhadap data yang sudah terkumpul dan diolah, peneliti segera menetapkan analisis apa yang sekiranya dapat dilakukan,
analisis kualitatif, atau kuantitatif, atau kedua duanya. Pada tahap analisis data, secara nyata kemampuan metodologis  peneliti diuji karena pada tahap ini ketelitian dan pencurahan daya pikir diperlukan secara optimal.

6.  Penulisan Laporan Penelitian
     Laporan penelitian merupakan hasil penyajian data yang sudah diolah dandianalisis ke dalam bentuk suatu karya tulis ilmiah. Penulisan laporan penelitian merupakan kerja terberat bagi peneliti. Peneliti diuji kemampuannya menulis karya ilmiah dengan menggunakan bahasa, kaidah penulisan ilmiah, sistematika isi, dan format yang baik dan benar  sesuai dengan pedoman penulisan karya ilmiah. Penulisan laporan penelitian memerlukan keahlian tersendiri. Melalui penulisan laporan penelitian akan diketahui kemampuan ilmiah peneliti paling sedikit meliputi empat aspek kemampuan berikut ini:  
a.  Kemampuan menerapkan teori yang relevan.  
b.  Kemampuan menerapkan metode penelitian yang tepat.  
c.  Kemampuan membuat sistematika dan format laporan.  
d.  Kemampuan menggunakan bahasa yang baik dan benar. 


Sumber :
1.      Arikunto, Suharsimi. 1993.  Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. 
2.      Penerbit Rineka Cipta. Jakarta. Bachtiar, Harsja. 1981. Penggolongan Ilmu Pengetahuan. Depdikbud. Jakarta.
3.      Dirdjosisworo, Soedjono. 1998. Pengantar Ilmu Hukum. Penerbit Rajawali.
           Jakarta.

Senin, 30 April 2012

CERPEN


FEI
Sebulan  silam,  kau  tentu  masih  ingat,  ketika  kepala  perusahaan menugaskan  kita  berdua  ke luar  kota,  di   atas  kereta  yang  melaju  entah kenapa  tiba-tiba  kau  ceritakan  tentang  kekasihmu,  calon  suami-mu.  Katamu, ia  lima  senti  lebih  tinggi  darimu,  tubuhnya  tegap  dan  lehernya   gempal padat. Mukanya bulat dengan kulit sedikit gelap. “entah kenapa aku tertarik dengan  lelaki  blacksweet,  ”jelasmu.  Aku  diam  saja,  sesekali  menoleh ke jendela  memandangi  pohon-pohon  lari  terbirit.
Entah  apa  maksudmu  mendadak  bercerita  perihal  lelaki-mu.  Mungkin sebenarnya  kau  ingin  mengatakan.  “aku  mawar  sudah  ada  yang  punya,  jadi kau  tidak  boleh  terlalu  dekat,  apalagi  memetiknya.  ” Kenapa  tidak  katakana terus  terang ?  Atau  kau  sedang  memancingku,  menjebakku,  mengetes kelakianku ?  ya,  siapa  tahu.
Tentu  lelakimu  bahagia  bisa  mendapatkan  perempuan  seperti  kau,   Fei.  Perempuan  energik.  Pintar  dan  baik  hati .  baik ?  ah,  barangkali  aku salah  menilai  jika  kau  perempuan  yang  baik.  Kau  memang  ramah,  murah senyum,  dan  tubuhmu  selalu  menebar  aroma  harum.  Di  kantor,  kita  satu ruangan,  kau  perempuan  satu-satunya  dari  tujuh  karyawan  termasuk  aku. Tetapi  kau  bisa  mengakrabi  semua  rekan. tak  jarang  kau  menawari  kawan-kawan  kopi  sebelum  jam  istirahat  tiba.  Kau  memang  cukup  nakal.  Suka mencuri  waktu  diam - diam.
kau  tak  pernah  tahu  jika  rekan – rekan  kerja  seruangan  kita  sering diam - diam  membincangkanmu.  Dari  mulai  pinggulmu,  dadamu,  senyum-mu. Aku  sering  hanya  diam  dan  tersenyum - senyum  saja.  Aku  memang  jarang bicara  dan  lebih  menutup  diri.  Dan  payahnya,  semua  rekan  kerja  memaklumi  sikap  pendiamku  sehingga  aku  merasa  tenteram  dan  tak  berpikir untuk  mengubahnya.  Termasuk kau,  semua  rekan  akan  bertanya  hal  yang penting  saja  kepadaku,  khususnya  seputar  pekerjaan.
Aku lebih  senang  mendengar  dan  jarang  bercerita  jika  tidak  ditanya. Ketika  ada  yang  bertanya,  aku  sering  menjawab  seperlunya.  Dan  kau,  juga yang  lainnya  seolah  menjadi  malas  untuk  bertanya  banyak  hal  kepadaku. Mulanya  aku  juga  seperti  rekan - rekan  yang  lain,  menganggapmu  perempuan  yang  baik,  sebelum  kita  kembali  ditugaskan  keluar  kota  untuk ketiga  kalinya.   Kadang  aku  heran,  selalu  aja  kepala  perusahaan  menugaskan kita  berdua  untuk  pergi  keluar  kota.  Seolah-olah  tangan  gaib  yang merencanakan  ini  semua.
Demikianlah,  perjalanan  selalu  saja  menyediakan  jeda  antara keberangkatan dan  kepulangan  yang  kadang  membosankan  dan  terasa sunyi.  mungkin  dengan  maksud  membunuh  kesunyian,  mempercepat  roda  kereta sampai  tujuan.  Diatas  kereta  yang  melaju,  kau  memuntahkan  isi  hatimu.  Ya, aku  tak  pernah  memintamu  bercerita.  Selalu  kau  sendiri  yang  memulai. Tidak  adakah  orang lain  yang  bersedia  mendengar  keluhmu  fei ?
“Ternyata  penampilannya  saja  yang  tampak  dewasa.   Gaya  pakaiannya  jas  dan  dasi.  Tapi  otak,  pikirannya,  sifatnya,  masih  kekanak-kanakan.”   “ Maksudmu  dia  manja ?”,  “dia  terlalu  posesif,   pencuriga,  memang  dia  cukup  uang.  Tapi  aku  tak  suka  sifat  borosnya.  Setiap  hari  isi smsnya  selalu  sama,  “kamu  lagi  ngpain ?   dengan siapa?  Aku  kangen,  apa kamu  juga  kangen ?  kenapa  waktu  berjalan  dengan  lambat ?  ” menghabiskan pulsa  saja  !  betapa  bosan  aku  menjawab  pertanyaan  yang  tidak  kreatif seperti  itu.”   “itu  tandanya  dia  cinta  sama  kamu.”
Tapi  aku  tak  senang  dengan  cara  mengungkapannya.  Aku  jadi  tahu kalau  dia  orangnya  tidak  sabaran.  Padahal  tinggal   tiga  minggu  lagi pernikahan  kami.  Ini  cincinnya,  masih  kupakai,  dan  selalu  kutunjukkan kepadanya  setiap  kami  bertemu,  pertanda  bahwa  aku  masih  setia.  “kau  diam sejenak,  memasukkan ponsel  kedalam  tas.  “Sebelum  kami  jauh melangkah, mungkin  lebih  baik…..”
Tak  boleh  kau  begitu.  Aku   lelaki  fei.  Membayangkan  diriku berposisi  lelakimu,  barangkali  aku  juga  seperti  itu.  Entah  kenapa  saat  itu aku  serius  menanggapimu.  Kalimatmu  meluncur  deras.  Mati - matian  aku membelah  lelakimu,  kusalahkan  dirimu  dan  menyalahkannya.  Sampai kemudian  kita  sama - sama  terdiam.  Mata  kita  bertemu  sejenak  sebelum  kau menunduk  lama.  Aku  menelan  ludah.  Benar  kata  orang,  perempuan  yang hendak  menikah  terlihat  lebih  segar  dan  cantik.  Sungguh,  aku  mengakuinya sekarang,  setelah  mengamatimu  diam-diam.  Mungkin  kaulah  yang  telah membuatku  gila,  membuat  jantungku  sejenak  berhenti  berdetak.  Lalu  kita kembali  diam,  sampai  kau  membisikkan  kata  yang  sebelumnya  yang  tak pernah  aku  duga.  Kata  yang  terpaku  membuatku  terpaku  terhadap  dirimu.


Minggu, 25 Maret 2012

Dampak postif & negatif perdagangan bebas bagi lulusan sarjana computer

Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. Penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.
Di Era globalisasi ini dalam lingkup perdagangan bebas antar negara banyak para ekonomi yang berpendapat bahwa perdagangan bebas membawa dampak positif dan negatif.

Ø  Dampak Positif yang ditimbulkan diantaranya adalah era globalisasi ini membuka kesempatan kerja sama yang luas antar negara dan juga dapat meningkatkan standar hidup melalui teori keuntungan komparatif dan ekonomi skala besar.
Ø  Dampak Negative di sisi perdagangan bebas juga dianggap merugikan negara maju karena ia menyebabkan pekerjaan dari negara maju berpindah ke negara lain dan juga menimbulkan perlombaan serendah mungkin yang menyebabkan standar hidup dan keamanan yang lebih rendah juga akan menimbulkan persaingan yang semakin tajam dan ketat. Oleh sebab itu perdagangan bebas dianggap mendorong negara - negara untuk bergantung satu sama lain, yang berarti memperkecil kemungkinan terjadinya perang antar negara, hal lain yang yang timbul yaitu adanya tantangan di masa mendatang, meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif di semua sektor industri dengan mengandalkan kemampuan SDM, teknologi dan manajemen. Oleh karena itu, penerapan otamatisasi industri, sebagai integrasi antara sistem mekanik, elektronik, komputer dan teknologi industri, untuk memperkecil biaya dan meningkatkan produksi, menjadi sebuah keniscayaan.
           
            Menurut saya. Perusahaan-perusahaan di Asia sudah saatnya untuk memikirkan posisi dan peranannya di dalam industri. Sebagai persiapan dalam menghadapi era globalisasi, suatu perusahaan tidak dapat bertahan dengan hanya berorientasi pada pasar domestik. Para eksekutif dapat berinovasi dengan TI dalam menentukan strategi persaingan. Seperti yang dialami oleh perusahaan-perusahaan di negara maju, strategi yang ditempuh dalam meningkatkan keuntungan perusahaan sangat mengandalkan kekuatan teknologi informasi dan dampak dari perdagangan bebas di Asia tergantung dari aspek lulusan sarjana ilmu computer tersebut. Apabila memiliki kompetensi yangh bagus di bidangnya maka lulusan tersebut tidak akan merasakan dampak negative, nhkan akan memanfaatkan situasi dari perdagangan bebas. Sebaliknya untuk lulusan yang tidak kompeten,maka perdagangan bebas akan menambah daya saing sehingga akan tersingkirkan apabila tidak mampu bertahan.

Referensi :


Perbedaan Karya ilmiah, Non-ilmiah dan Semi-ilmiah

Pengertian Karangan

Karangan merupakan hasil akhir dari pekerjaan merangkai kata, kalimat, dan alinea untuk menjabarkan atau mengulas topik dan tema tertentu (Finoza, 2004:192). Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
Karangan mempunyai beberapa jenis yaitu karangan ilmiah, karangan non ilmiah dan juga karangan semi ilmiah, adapun perbedaan dari ketiganya juga ciri-ciri dari masing – masing jenis karangannya.

Mengarang merupakan kegiatan mengemukakan gagasan secara tertulis. Menurut Syafie’ie (1988:41), tulisan pada hakikatnya adalah representasi bunyi-bunyi bahasa dalam bentuk visual menurut sistem ortografi tertentu. Banyak aspek bahasa lisan seperti nada, tekanan irama serta beberapa aspek lainya tidak dapat direpresentasikan dalam tulisan. Begitu juga halnya dengan aspek fisik, seperti gerak tangan, tubuh, kepala, wajah, yang mengiringi bahasa lisan tidak dapat diwujudkan dalam bahasa tulis. Oleh karena itu, dalam mengemukakan gagasan secara tertulis, penulis perlu menggunakan bentuk tertentu. Betuk-bentuk tersebut, seperti dikemukakan oleh Semi (2003:29) bahwa secara umum karangan dapat dikembangkan dalam empat bentuk yaitu narasi, ekposisisi, deskripsi, dan argumentasi.

Pengertian karangan ilmiah, non-ilmiah dan semi ilmiah :
Ø  Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.
Ø  Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.
Ø  Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar. Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:
• Makalah: karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
• Kertas kerja: makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
• Skripsi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
• Tesis: karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
• Disertasi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.
Jenis – jenis karangan :
a)      Narasi
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.
b)      Deskripsi
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti: menggambarkan atau melukiskan sesuatu,
1) penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan
indera,
2) membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
3) Pola pengembangan paragraf deskripsi:
4) Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan,
benda atau tempat.
5) Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran
atau kesan perasaan penulis.
6) Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa
adanya atau sebenarnya.
c)      Eksposisi
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
d)      Argumentasi
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta sebagai alasan/bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.
e)      Persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.
Ciri – ciri dan contoh Karangan ilmiah, non-ilmiah dan semi ilmiah:
1.      Karangan ilmiah: memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa
Misal: makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi
2.      Karangan non ilmiah: karangan yang tidak terikat pada karangan baku
Misal: anekdot, opini, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan naskah drama
3.      Karangan semi ilmiah atau ilmiah populer: karakteristiknya berada di antara ilmiah dan non ilmiah
Misal: artikel, editorial, opini, feuture, reportase

DAFTAR PUSTAKA :