Rabu, 30 Mei 2012

Materi Rancangan Penelitian ( Sosial )


Mencari dan menulis kembali materi Rancangan Penelitian Sosial

A. FILOSOFI PENELITIAN SOSIAL
Penelitian sosial merupakan proses kegiatan mengungkapkan secara  logis, sistematis, dan metodis gejala sosial yang terjadi di sekitar kita untuk  direkonstruksi guna mengungkapkan kebenaran bermanfaat  bagi kehidupan masyarakat dan ilmu pengetahuan. Kebenaran dimaksud adalah keteraturan yang menciptakan keamanan, ketertiban, keseimbangan,  dan kesejahteraan masyarakat.
Filosofi penelitian sosial mendasari kegiatan ilmiah yang berupaya mencari kebenaran hakiki dari setiap gejala sosial yang ada. Sebagaimana dikemukakan oleh Theo Huijbers, filosofi adalah kegiatan  intelektual yang metodis dan sistematis, secara refleksi menangkap makna yang hakiki dari keseluruhan yang ada. Objek filosofi bersifat universal mencakup segala yang dialami manusia. Berpikir filosofi adalah mencari arti  yang sebenarnya dari segala hal yang ada melalui pandangan cakrawala  paling luas. Metode pemikiran filosofi adalah refleksi atas pengalaman dan pengertian tentang suatu hal dalam cakrawala yang universal. Pengolahan pikirannya secara metodis dan sistematis.Tujuannya adalah kebenaran yang menyejahterakan masyarakat. Berasarkan  pandangan  tersebut, maka dapat dirinci unsur-unsur penting filosofi yang mendasari penelitian sosial sebagai kegiatan ilmiah, yaitu: 
1. kegiatan intelektual (pemikiran);
2. mencari makna yang hakiki (interpretasi);
3. segala fakta dan gejala (objek);
4. dengan cara refleksi, metodis, sistematis (metode);
5. untuk kebahagiaan masyarakat (tujuan). .
B.  DASAR PENELITIAN SOSIAL
1.  Keingintahuan
Faktor pendorong Keingintahuan itu muncul karena ketidakpuasan terhadap gejala sosial yang ada. Untuk memperoleh jawaban dari keingintahuan tersebut, orang perlu melakukan kegiatan yang menggunakan metode yang diakui secara keilmuan. Kegiatan yang dimaksud  disebut penelitian sosial.
Penelitian adalah terjemahan dari istilah  bahasa Inggris  research yang terdiri dari  re artinya ulang dan  search artinya mencari. Jadi,  research atau penelitian itu adalah kegiatan mencari ulang, mengungkapkan kembali gejala, kenyataan yang sudah ada untuk direkonstruksi dan diberi arti guna memperoleh kebenaran yang dimasalahkan.
2.  Proses Berpikir Logis     
Dalam kegiatan penelitian sosial dikenal dua proses berpikir, yaitu proses berpikir logis dan proses berpikir kausalitas. Proses berpikir logis dibedakan lagi menjadi proses berpikir induktif dan proses berpikir deduktif. Kedua proses berpikir tersebut dijelaskan dengan contoh-contoh dalam uraian berikut. 
     a.  Proses berpikir induktif
Proses berpikir Induktif adalah suatu proses berpikir untuk menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari kasus yang bersifat khusus (individual). Proses berpikir induktif dimulai  dari pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas,  yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Pengetahuan yang dihasilkan dari proses berpikir induktif merupakan esensi dari fakta-fakta yang dikumpulkan. 
b.  Proses berpikir deduktif
 Proses  berpikir deduktif adalah suatu proses berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum. Proses berpikir deduktif biasanya menggunakan  pola berpikir yang disusun dari dua buah pernyataan serta sebuah kesimpulan (silogismus). Pernyataan yang mendukung  silogismus disebut premis yang dibedakan sebagai premis mayor dan premis minor. Berdasarkan kedua premis tersebut ditarik kesimpulan.
Ketepatan menarik kesimpulan dalam proses berpikir deduktif tergantung dari tiga hal, yaitu: 
(1) kebenaran premis mayor;    
(2) kebenaran premis minor; 
(3) kebenaran penarikan kesimpulan.
c.  Proses Berpikir Kausalitas 
Pada dasarnya setiap proses berpikir selalu menghasilkan pernyataan atau pengetahuan yang terdiri dari unsur sebab dan unsur akibat. Unsur sebab adalah peristiwa atau keadaan yang menyatakan mengapa sesuatu itu terjadi atau timbul. Unsur akibat adalah peristiwa atau keadaan baru yang terjadi atau timbul dari peristiwa atau keadaan yang sudah ada lebih dahulu.
Misalnya, mengapa lalu lintas di Bandar Lampung tidak teratur? Jawabannya adalah: “sebab kesadaran hukum pengemudi rendah”, yang menjadi sebab adalah kesadaran hukum pengemudi rendah.
3.  Penelitian Kualitatif
Penelitian  kualitatif merupakan  alat untuk melihat  sejauh mana suatu proses terjadi pada gejala sosial. Penelitian kualitatif  pada umumnya menilai fakta atau gejala sosial yang diteliti tidak menggunakan angka, melainkan cukup menggunakan standar mutu atau kualitas yang dinyatakan dengan kata kata, misalnya:   
a. rendah, sedang, tinggi;
b. kurang, cukup, banyak;
c. jelek, bagus, bagus sekali;
d. sebagian kecil, sebagian besar, pada umumnya.  
Karena menggunakan penilaian relatif atau tidak pasti, maka ada yang mengatakan hasil penelitian kualitatif itu tidak objektif. Untuk menghindari hal itu, maka diupayakan tidak hanya menggunakan analisis kualitatif, tetapi juga analisis kuantitatif. Penelitian kualitatif pada umumnya mempunyai ciri-ciri berikut ini:  
a.   Penyusunan proposal lebih mudah dengan variabel sederhana.  
b.   Alat pengumpul data sudah disusun lebih dahulu.  
c.   Bila menggunakan sampel dapat secara purposive.   
d.   Fakta (data) diperoleh langsung dari sumber pertama.
e.   Analisis data dilakukan secara kualitatif.

C.  PENELITIAN SOSIAL
1.  Penelitian Sosial Sebagai Kegiatan Ilmiah
Penelitian sosial merupakan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode, sistematika, dan pemikiran tertentu, yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala sosial tertentu, dengan jalan menganalisisnya. Selain itu, juga diadakan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta sosial tersebut untuk kemudian mengusahakan suatu  pemecahan atas permasalahan yang timbul dalam gejala yang bersangkutan.Berdasarkan pengertian ini, dapat dinyatakan bahwa penelitian sosial dianggap sebagai penelitian ilmiah apabila memenuhi kriteria berikut:  
a.   didasarkan pada metode, sistematika, dan logika berpikir tertentu;
b.   bertujuan untuk mempelajari gejala sosial tertentu (data primer);
c.  guna mencari solusi atas permasalahan yang timbul dari gejala yang diteliti tersebut.  
2.  Strategi (Pendekatan) Penelitian Sosial
Menurut Robert K. Yin, dalam penelitian sosial ada beberapa strategi yang dapat digunakan, yaitu survei, studi kasus, eksperimen, sejarah, analisis arsip. Pada penelitian sosial, strategi penelitian (pendekatan masalah) yang umum digunakan adalah pendekatan studi kasus dan survei. Dalam uraian berikutnya, strategi penelitian sosial  yang diutamakan untuk dibahas dibatasi hanya pada pendekatan studi kasus dan pendekatan  survei, dengan alasan studi kasus menggunakan logika berpikir induktif, sedangkan survei menggunakan logika berpikir deduktif.   
2.1  Pendekatan Studi Kasus
Dalam konteks studi kasus, ada tiga tipe studi kasus, yaitu studi kasus non-yudisial, studi kasus yudisial, studi kasus langsung (live case study):
a. Studi kasus non-yudisial (non-judicial case study),  yaitu studi kasus tanpa konflik yang tidak melibatkan pengadilan. Kalaupun ada konflik, diselesaikan oleh pihak-pihak sendiri secara damai.
b. Studi kasus yudisial (judicial case study),  yaitu studi kasus karena konflik yang kemudian diselesaikan melalui putusan pengadilan.
c. Studi kasus langsung (live case study),  yaitu studi kasus yang masih berlangsung dari awal kegiatan hingga berakhir.
Dipandang dari segi karakteristik kasus yang menjadi objek penelitian, studi kasus dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: 
a.   Studi kasus tunggal(single-case study) 
      Tipe studi kasus tunggal digunakan apabila kasus yang banyak itu mempunyai kriteria atau karakteristik yang sama, sehingga cukup diambil satu kasus saja. Dengan mengkaji satu kasus, maka semua kasus yang mempunyai kriteria atau karakteristik yang sama itu sudah  terwakili. Studi kasus tunggal dapat menghemat biaya, waktu,  dan tenaga. Contoh studi kasus tunggal antara lain adalah studi kasus perjanjian kredit  mikro antara usaha kecil dengan bank karena karakteristiknya sama.
b.   Studi kasus ganda (multi-case study)
      Tipe studi kasus ganda digunakan apabila ada beberapa kasus yang mempunyai kriteria berbeda,  sehingga perlu diambil semua kasus atau beberapa kasus yang mewakili semua kasus yang sejenis, secara purposive. Studi kasus ganda lebih rumit dan makan biaya, waktu, dan tenaga lebih banyak. Contoh: Studi kasus pembiayaan melalui kredit yang disalurkan oleh bank kepada pengusaha dan studi kasus pembiayaan melalui modal ventura yang disalurkan oleh perusahaan modal ventura kepada  pengusaha.
2.1.1  Tinjauan kritis (critical review)
peneliti bertujuan untuk  memperoleh gambaran lengkap, rinci, jelas, dan sistematis tentang  beberapa aspek normatif yang diteliti guna mencari dan menemukan alasan pembenaran atau penolakan suatu produk perilaku. Pada tipe ini, peneliti melakukan analisis dari  berbagai aspek dan mengungkapkan segi negatif dan segi positif suatu produk perilaku.
2.1.2  Analisis kritis (critical analysis)
 Tipe analisis kritis mengkaji dengan cermat apakah suatu peristiwa sosial, atau produk perilaku berakar pada masyarakat, sehingga didukung dan diterima oleh masyarakat karena dirasakan benar dan adil, atau sebaliknya ditolak masyarakat karena tidak benar, tidak adil, merugikan masyarakat. Tipe analisis kritis adalah tipe kajian yang paling berbobot  dari segi akademik dan segi praktis, teknik  perundang-undangan karena kondisi objektif dan nyata di lapangan dijadikan bahan kajian dan analisis. Tipe ini bermanfaat bagi pengambil keputusan, perancang undang-undang, pendidikan dan praktisi sosial, dan penyuluh  masyarakat di lapangan.
2.2  Pendekatan Survei
survei adalah serapan dari kata bahasa Inggris  survey,  artinya pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang jelas dan baik terhadap suatu masalah  tertentu dan di dalam suatu daerah tertentu. Tujuan survei adalah mendapatkan gambaran yang benar tentang suatu gejala sosial atau peristiwa tertentu yang ada atau terjadi di suatu lokasi dalam suatu daerah.
2.2.1  Probability random sampling
Penentuan sampel dapat dilakukan secara  probability random sampling. Penentuan sampel secara probability random sampling didasarkan pada seluruh populasi yang mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Penerapan probability randon sampling biasanya dilandasi pertimbangan bahwa jumlah keseluruhan populasi sudah diketahui dan hasil penelitian dipakai sebagai generalisasi terhadap keseluruhan populasi.
2.2.2  Purposive sampling
Pengambilan sampel secara  purposive sampling  disesuaikan dengan tujuan penelitian. Ukuran sampel tidak dipersoalkan. Sampel yang diambil hanya yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dengan kata lain, sampel yang dihubungi adalah sampel yang sesuai dengan kriteria tertentu yang ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian. Misalnya, suatu penelitian tentang tata tertib lalu lintas di kota Bandar Lampung.
D.  KLASIFIKASI PENELITIAN  SOSIAL
1.  Berdasarkan Sifat dan Tujuan Penelitian
 Ada tiga tipe penelitian sosial, yaitu: 
a.  penelitian eksploratori (exploratory study); 
b.  penelitian deskriptif (descriptive study); 
c.  penelitian eksplanatori (explanatory study).
1.1  Penelitian Eksploratori
Penelitian eksploratori bersifat  mendasar dan bertujuan untuk memperoleh keterangan, informasi, data mengenai hal-hal yang belum diketahui. Karena bersifat mendasar, penelitian ini disebut penjelajahan  (eksploration). Penelitian eksploratori dilakukan apabila peneliti belum memperoleh data awal sehingga belum mempunyai gambaran sama sekali mengenai hal yang akan diteliti. Penelitian eksploratori tidak memerlukan  hipotesis atau teori tertentu.
1.2  Penelitian Deskriptif
       Penelitian deskriptif bersifat pemaparan dan bertujuan untuk memperoleh gambaran (deskripsi) lengkap tentang keberadaan komunitas tertentu yang berdiam di tempat tertentu, atau mengenai gejala sosial tertentu, atau peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat. Pada penelitian tipe ini, peneliti biasanya sudah memperoleh data awal atau mempunyai pengetahuan awal tentang masalah yang akan diteliti.
1.3  Penelitian Eksplanatori
Penelitian eksplanatori bersifat penjelasan dan bertujuan untuk menguji suatu teori atau hipotesis guna memperkuat atau bahkan menolak teori atau hipotesis hasil penelitian yang sudah ada. Contoh penelitian eksplanatori bidang hukum keluarga adalah mengenai: “Pengaruh kesejahteraan rumah tangga terhadap kenakalan remaja”.


E.  LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN SOSIAL
Walaupun bidang ilmu sosial berbeda satu sama lainnya, tidak berarti penelitiannya akan berbeda sama sekali  antara satu sama lain.  Langkahlangkah yang akan ditempuh selalu mempunyai kesamaan.  Langkah-langkah penelitian sosial paling tidak adalah sebagai berikut. 
1.   Rumusan Masalah
Rumusan masalah dapat diartikan sebagai suatu pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi  dan pembatasan masalah. Rumusan masalah dapat dibuat dalam bentuk kalimat tanya atau kalimat pernyataan, sekhusus mungkin tetapi tetap mencerminkan adanya hubungan antara berbagai variabel. Rumusan masalah yang jelas akan menghindari  pengumpulan data yang tidak perlu, sehingga dapat menghemat biaya, waktu,dan tenaga.
2.  Strategi Penelitian (Pendekatan Masalah)
Setiap bidang ilmu mempunyai karakteristik penelitiannya masing-masing, termasuk juga ilmu-ilmu sosial. Khusus mengenai strategi penelitian (pendekatan masalah) sangat tergantung pada jenis penelitian. Pendekatan masalah adalah proses penyelesaian atau mencari solusi yang efektif dan efisien terhadap masalah penelitian yang telah dirumuskan sehingga mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam ilmu sosial dikenal tiga jenis penelitian, yaitu penelitian normatif, penelitian terapan, dan penelitian empiris. 
2.1  Penelitian Normatif
       Pada penelitian normatif, pendekatan masalah yang dapat digunakan
umumnya adalah  content analysis approach.  Untuk menggunakan  content
analysis approach, peneliti lebih dahulu telah merumuskan masalah dan tujuan
penelitian. Masalah dan tujuan penelitian perlu dirumuskan  secara rinci, jelas,
akurat. Makin rinci, jelas, dan akurat rumusan masalah, makin jelas, luas, dan
pasti tujuan yang akan dicapai.
       Dalam konteks  penelitian normatif, ada tiga tipe pendekatan  content
analysis, yaitu:

a.  Pendekatan eksploratori (exploratory approach)
     Pendekatan tipe ini  adalah tingkatan pertama dan sederhana yang
digunakan peneliti dalam  content analysis approach. Pada tipe ini, peneliti ber-
tujuan untuk memperoleh data awal melalui kegiatan penjelajahan (exploration)
terhadap objek penelitian.
b.  Pendekatan tinjauan/ulasan (review approach) 
     Pendekatan tipe ini adalah tingkatan kedua yang digunakan peneliti dalam 
content analysis approach.  Pada tipe ini, peneliti bertujuan untuk memperoleh
gambaran lengkap, rinci, jelas, dan sistematis tentang beberapa aspek normatif
yang dibahas atau diulas. Pada tipe ini, peneliti melakukan tinjauan dari berbagai
aspek filosofis, sosiologis, yuridis, guna mengungkapkan ketidaksempurnaan,
kelemahan, kekurangan, kecerobohan, kerugian, mudharat dari ketentuan acuan
normatif yang menjadi objek penelitian.
c.  Pendekatan analisis komprehensif (comprehensive analysis) 
     Pendekatan tipe ini adalah tingkatan ketiga dan tertinggi serta lebih
lengkap dan rinci dalam  content analysis approach  dibandingkan dengan tipe
review approach.

2.2  Penelitian Terapan
Pada penelitian terapan, pendekatan masalah yang dapat digunakan adalah  applied approach.  Untuk menggunakan  applied approach,  peneliti lebih dahulu telah merumuskan masalah dan tujuan penelitian serta langkah-langkah yang akan ditempuh.

3.  Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian sosial pada dasarnya merupakan uraian singkat tentang kerangka penelitian yang akan dilakukan. Rancangan penelitian sangat penting bagi seorang peneliti, di samping berisikan garis-garis besar pelaksanaan penelitian, juga dapat menjadi sarana  untuk memperoleh dana pembiayaan dari pihak lain.

4.  Observasi dan Wawancara  
Observasi adalah kegiatan yang dilakukan di lokasi penelitian. Ada dua
jenis observasi, yaitu observasi prapenelitian berupa peninjauan di lapangan, penjajagan awal mengenai segala hal yang berhubungan dengan penyusunan rancangan penelitian dan kemungkinan memperoleh data yang diperlukan. Selain itu, observasi merupakan kegiatan pengumpulan data di lokasi penelitian dengan berpedoman pada alat  pengumpul data yang sudah disiapkan lebih dahulu. Alat pengumpul data di lapangan dibuat berdasarkan rancangan penelitian. Penyusunan alat pengumpul data dilakukan dengan teliti karena menjadi pedoman pengumpulan data yang diperlukan. Selain observasi, alat pengumpul data biasanya berbentuk kuesioner, baik tertutup maupun terbuka, dan pedoman wawancara.

5.  Pengolahan dan Analisis  Data
                        Apabila data sudah terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah mengolah dan menganalisis data. Langkah ini sangat penting dalam penelitian sosial. Apabila kurang dipahami dan tidak dikerjakan dengan sungguh sungguh, maka hasil penelitian kurang memuaskan. Terhadap data yang sudah terkumpul dan diolah, peneliti segera menetapkan analisis apa yang sekiranya dapat dilakukan,
analisis kualitatif, atau kuantitatif, atau kedua duanya. Pada tahap analisis data, secara nyata kemampuan metodologis  peneliti diuji karena pada tahap ini ketelitian dan pencurahan daya pikir diperlukan secara optimal.

6.  Penulisan Laporan Penelitian
     Laporan penelitian merupakan hasil penyajian data yang sudah diolah dandianalisis ke dalam bentuk suatu karya tulis ilmiah. Penulisan laporan penelitian merupakan kerja terberat bagi peneliti. Peneliti diuji kemampuannya menulis karya ilmiah dengan menggunakan bahasa, kaidah penulisan ilmiah, sistematika isi, dan format yang baik dan benar  sesuai dengan pedoman penulisan karya ilmiah. Penulisan laporan penelitian memerlukan keahlian tersendiri. Melalui penulisan laporan penelitian akan diketahui kemampuan ilmiah peneliti paling sedikit meliputi empat aspek kemampuan berikut ini:  
a.  Kemampuan menerapkan teori yang relevan.  
b.  Kemampuan menerapkan metode penelitian yang tepat.  
c.  Kemampuan membuat sistematika dan format laporan.  
d.  Kemampuan menggunakan bahasa yang baik dan benar. 


Sumber :
1.      Arikunto, Suharsimi. 1993.  Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. 
2.      Penerbit Rineka Cipta. Jakarta. Bachtiar, Harsja. 1981. Penggolongan Ilmu Pengetahuan. Depdikbud. Jakarta.
3.      Dirdjosisworo, Soedjono. 1998. Pengantar Ilmu Hukum. Penerbit Rajawali.
           Jakarta.

Senin, 30 April 2012

CERPEN


FEI
Sebulan  silam,  kau  tentu  masih  ingat,  ketika  kepala  perusahaan menugaskan  kita  berdua  ke luar  kota,  di   atas  kereta  yang  melaju  entah kenapa  tiba-tiba  kau  ceritakan  tentang  kekasihmu,  calon  suami-mu.  Katamu, ia  lima  senti  lebih  tinggi  darimu,  tubuhnya  tegap  dan  lehernya   gempal padat. Mukanya bulat dengan kulit sedikit gelap. “entah kenapa aku tertarik dengan  lelaki  blacksweet,  ”jelasmu.  Aku  diam  saja,  sesekali  menoleh ke jendela  memandangi  pohon-pohon  lari  terbirit.
Entah  apa  maksudmu  mendadak  bercerita  perihal  lelaki-mu.  Mungkin sebenarnya  kau  ingin  mengatakan.  “aku  mawar  sudah  ada  yang  punya,  jadi kau  tidak  boleh  terlalu  dekat,  apalagi  memetiknya.  ” Kenapa  tidak  katakana terus  terang ?  Atau  kau  sedang  memancingku,  menjebakku,  mengetes kelakianku ?  ya,  siapa  tahu.
Tentu  lelakimu  bahagia  bisa  mendapatkan  perempuan  seperti  kau,   Fei.  Perempuan  energik.  Pintar  dan  baik  hati .  baik ?  ah,  barangkali  aku salah  menilai  jika  kau  perempuan  yang  baik.  Kau  memang  ramah,  murah senyum,  dan  tubuhmu  selalu  menebar  aroma  harum.  Di  kantor,  kita  satu ruangan,  kau  perempuan  satu-satunya  dari  tujuh  karyawan  termasuk  aku. Tetapi  kau  bisa  mengakrabi  semua  rekan. tak  jarang  kau  menawari  kawan-kawan  kopi  sebelum  jam  istirahat  tiba.  Kau  memang  cukup  nakal.  Suka mencuri  waktu  diam - diam.
kau  tak  pernah  tahu  jika  rekan – rekan  kerja  seruangan  kita  sering diam - diam  membincangkanmu.  Dari  mulai  pinggulmu,  dadamu,  senyum-mu. Aku  sering  hanya  diam  dan  tersenyum - senyum  saja.  Aku  memang  jarang bicara  dan  lebih  menutup  diri.  Dan  payahnya,  semua  rekan  kerja  memaklumi  sikap  pendiamku  sehingga  aku  merasa  tenteram  dan  tak  berpikir untuk  mengubahnya.  Termasuk kau,  semua  rekan  akan  bertanya  hal  yang penting  saja  kepadaku,  khususnya  seputar  pekerjaan.
Aku lebih  senang  mendengar  dan  jarang  bercerita  jika  tidak  ditanya. Ketika  ada  yang  bertanya,  aku  sering  menjawab  seperlunya.  Dan  kau,  juga yang  lainnya  seolah  menjadi  malas  untuk  bertanya  banyak  hal  kepadaku. Mulanya  aku  juga  seperti  rekan - rekan  yang  lain,  menganggapmu  perempuan  yang  baik,  sebelum  kita  kembali  ditugaskan  keluar  kota  untuk ketiga  kalinya.   Kadang  aku  heran,  selalu  aja  kepala  perusahaan  menugaskan kita  berdua  untuk  pergi  keluar  kota.  Seolah-olah  tangan  gaib  yang merencanakan  ini  semua.
Demikianlah,  perjalanan  selalu  saja  menyediakan  jeda  antara keberangkatan dan  kepulangan  yang  kadang  membosankan  dan  terasa sunyi.  mungkin  dengan  maksud  membunuh  kesunyian,  mempercepat  roda  kereta sampai  tujuan.  Diatas  kereta  yang  melaju,  kau  memuntahkan  isi  hatimu.  Ya, aku  tak  pernah  memintamu  bercerita.  Selalu  kau  sendiri  yang  memulai. Tidak  adakah  orang lain  yang  bersedia  mendengar  keluhmu  fei ?
“Ternyata  penampilannya  saja  yang  tampak  dewasa.   Gaya  pakaiannya  jas  dan  dasi.  Tapi  otak,  pikirannya,  sifatnya,  masih  kekanak-kanakan.”   “ Maksudmu  dia  manja ?”,  “dia  terlalu  posesif,   pencuriga,  memang  dia  cukup  uang.  Tapi  aku  tak  suka  sifat  borosnya.  Setiap  hari  isi smsnya  selalu  sama,  “kamu  lagi  ngpain ?   dengan siapa?  Aku  kangen,  apa kamu  juga  kangen ?  kenapa  waktu  berjalan  dengan  lambat ?  ” menghabiskan pulsa  saja  !  betapa  bosan  aku  menjawab  pertanyaan  yang  tidak  kreatif seperti  itu.”   “itu  tandanya  dia  cinta  sama  kamu.”
Tapi  aku  tak  senang  dengan  cara  mengungkapannya.  Aku  jadi  tahu kalau  dia  orangnya  tidak  sabaran.  Padahal  tinggal   tiga  minggu  lagi pernikahan  kami.  Ini  cincinnya,  masih  kupakai,  dan  selalu  kutunjukkan kepadanya  setiap  kami  bertemu,  pertanda  bahwa  aku  masih  setia.  “kau  diam sejenak,  memasukkan ponsel  kedalam  tas.  “Sebelum  kami  jauh melangkah, mungkin  lebih  baik…..”
Tak  boleh  kau  begitu.  Aku   lelaki  fei.  Membayangkan  diriku berposisi  lelakimu,  barangkali  aku  juga  seperti  itu.  Entah  kenapa  saat  itu aku  serius  menanggapimu.  Kalimatmu  meluncur  deras.  Mati - matian  aku membelah  lelakimu,  kusalahkan  dirimu  dan  menyalahkannya.  Sampai kemudian  kita  sama - sama  terdiam.  Mata  kita  bertemu  sejenak  sebelum  kau menunduk  lama.  Aku  menelan  ludah.  Benar  kata  orang,  perempuan  yang hendak  menikah  terlihat  lebih  segar  dan  cantik.  Sungguh,  aku  mengakuinya sekarang,  setelah  mengamatimu  diam-diam.  Mungkin  kaulah  yang  telah membuatku  gila,  membuat  jantungku  sejenak  berhenti  berdetak.  Lalu  kita kembali  diam,  sampai  kau  membisikkan  kata  yang  sebelumnya  yang  tak pernah  aku  duga.  Kata  yang  terpaku  membuatku  terpaku  terhadap  dirimu.


Minggu, 25 Maret 2012

Dampak postif & negatif perdagangan bebas bagi lulusan sarjana computer

Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. Penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.
Di Era globalisasi ini dalam lingkup perdagangan bebas antar negara banyak para ekonomi yang berpendapat bahwa perdagangan bebas membawa dampak positif dan negatif.

Ø  Dampak Positif yang ditimbulkan diantaranya adalah era globalisasi ini membuka kesempatan kerja sama yang luas antar negara dan juga dapat meningkatkan standar hidup melalui teori keuntungan komparatif dan ekonomi skala besar.
Ø  Dampak Negative di sisi perdagangan bebas juga dianggap merugikan negara maju karena ia menyebabkan pekerjaan dari negara maju berpindah ke negara lain dan juga menimbulkan perlombaan serendah mungkin yang menyebabkan standar hidup dan keamanan yang lebih rendah juga akan menimbulkan persaingan yang semakin tajam dan ketat. Oleh sebab itu perdagangan bebas dianggap mendorong negara - negara untuk bergantung satu sama lain, yang berarti memperkecil kemungkinan terjadinya perang antar negara, hal lain yang yang timbul yaitu adanya tantangan di masa mendatang, meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif di semua sektor industri dengan mengandalkan kemampuan SDM, teknologi dan manajemen. Oleh karena itu, penerapan otamatisasi industri, sebagai integrasi antara sistem mekanik, elektronik, komputer dan teknologi industri, untuk memperkecil biaya dan meningkatkan produksi, menjadi sebuah keniscayaan.
           
            Menurut saya. Perusahaan-perusahaan di Asia sudah saatnya untuk memikirkan posisi dan peranannya di dalam industri. Sebagai persiapan dalam menghadapi era globalisasi, suatu perusahaan tidak dapat bertahan dengan hanya berorientasi pada pasar domestik. Para eksekutif dapat berinovasi dengan TI dalam menentukan strategi persaingan. Seperti yang dialami oleh perusahaan-perusahaan di negara maju, strategi yang ditempuh dalam meningkatkan keuntungan perusahaan sangat mengandalkan kekuatan teknologi informasi dan dampak dari perdagangan bebas di Asia tergantung dari aspek lulusan sarjana ilmu computer tersebut. Apabila memiliki kompetensi yangh bagus di bidangnya maka lulusan tersebut tidak akan merasakan dampak negative, nhkan akan memanfaatkan situasi dari perdagangan bebas. Sebaliknya untuk lulusan yang tidak kompeten,maka perdagangan bebas akan menambah daya saing sehingga akan tersingkirkan apabila tidak mampu bertahan.

Referensi :


Perbedaan Karya ilmiah, Non-ilmiah dan Semi-ilmiah

Pengertian Karangan

Karangan merupakan hasil akhir dari pekerjaan merangkai kata, kalimat, dan alinea untuk menjabarkan atau mengulas topik dan tema tertentu (Finoza, 2004:192). Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
Karangan mempunyai beberapa jenis yaitu karangan ilmiah, karangan non ilmiah dan juga karangan semi ilmiah, adapun perbedaan dari ketiganya juga ciri-ciri dari masing – masing jenis karangannya.

Mengarang merupakan kegiatan mengemukakan gagasan secara tertulis. Menurut Syafie’ie (1988:41), tulisan pada hakikatnya adalah representasi bunyi-bunyi bahasa dalam bentuk visual menurut sistem ortografi tertentu. Banyak aspek bahasa lisan seperti nada, tekanan irama serta beberapa aspek lainya tidak dapat direpresentasikan dalam tulisan. Begitu juga halnya dengan aspek fisik, seperti gerak tangan, tubuh, kepala, wajah, yang mengiringi bahasa lisan tidak dapat diwujudkan dalam bahasa tulis. Oleh karena itu, dalam mengemukakan gagasan secara tertulis, penulis perlu menggunakan bentuk tertentu. Betuk-bentuk tersebut, seperti dikemukakan oleh Semi (2003:29) bahwa secara umum karangan dapat dikembangkan dalam empat bentuk yaitu narasi, ekposisisi, deskripsi, dan argumentasi.

Pengertian karangan ilmiah, non-ilmiah dan semi ilmiah :
Ø  Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.
Ø  Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.
Ø  Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar. Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:
• Makalah: karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
• Kertas kerja: makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
• Skripsi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
• Tesis: karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
• Disertasi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.
Jenis – jenis karangan :
a)      Narasi
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.
b)      Deskripsi
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti: menggambarkan atau melukiskan sesuatu,
1) penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan
indera,
2) membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
3) Pola pengembangan paragraf deskripsi:
4) Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan,
benda atau tempat.
5) Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran
atau kesan perasaan penulis.
6) Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa
adanya atau sebenarnya.
c)      Eksposisi
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
d)      Argumentasi
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta sebagai alasan/bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.
e)      Persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.
Ciri – ciri dan contoh Karangan ilmiah, non-ilmiah dan semi ilmiah:
1.      Karangan ilmiah: memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa
Misal: makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi
2.      Karangan non ilmiah: karangan yang tidak terikat pada karangan baku
Misal: anekdot, opini, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan naskah drama
3.      Karangan semi ilmiah atau ilmiah populer: karakteristiknya berada di antara ilmiah dan non ilmiah
Misal: artikel, editorial, opini, feuture, reportase

DAFTAR PUSTAKA :

Jumat, 09 Maret 2012

Siapakah Saya ?

Siapakah saya ? who am I ?

Assalamualaikum wr.wb ..

Perkenalkan nama saya Lisa febriani anak pertama dari ber 4 saudara, saya lahir pada tanggal 09 februari 1992 dari pasangan suami dan istri Bpk. Azwani yahya dan Ibu wiharti.Ayah saya merupakan keturunan warga aceh dan ibu saya keturunan warga jawa timur.Saya dilahirkan disebuah rumah bersalin di daerah pejaten, pasar minggu,Jakarta selatan. Yang tidak jauh dari tempat tinggal keluarga saya dan dari tempat itu lah keluarga saya memulai kehidupan sehari-hari dan membesarkan saya dengan sehat dan gizi yang cukup hingga saya tumbuh dengan dewasa pada saat ini . kehidupan di Jakarta memang sangat keras tapi saya bangga dan kagum kepada kedua orang tua saya untuk mencari nafkah sehari-hari. Ayah saya bekerja sebagai wiraswasta dan ibu saya bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Pada saat saya waktu kecil,kata ibu saya sekitar berumur 2-5thn ? saya itu sering sakit-sakitan sehingga sebulan sekali bisa kedokter sampai 4kali dan saya pun sangat susah untuk makan lalu ibu saya dengan gigihnya memberikan saya makan sehari 3kali, sungguh sabar sekali ibu saya dalam merawat saya agar tidak sakit-sakitan.. Ketika saya berumur 1,5thn, saya sudah mempunyai adik seorang pria yang sangat putih dan diberi nama yaitu Muhammad fadli. Alangkah senang nya saya mempunyai adik untuk teman bermain. Kami hanya beda 1,5thn jadi kami selalu bersama-sama mulai dari baju yang sama, sekolah yang sama, dan bermain bersamna-sama dan kemudian adik saya pun bertambah 2lagi ,jadi kami ber 4 bersaudara…hheee
Lalu kami pindah rumah kedaerah kota tangerang selatan yang lebih tepatnya lai di pamulang, kami sudah lama tinggal disini sekitar 12 thn dan alhamdulilah mempunyai rumah ya cukup bisa dikatakan sedikit besar,memiliki 5 kamar tempat tidur dan kami pun tidur 1kamar masing-masing.Saya pindah ke pamulang itu sejak saya naik kelas 3 SD di SDN 03 Pamulang, lalu SMPN 7 tangsel, dan SMAN 3 Tangsel. Saya ini memiliki sifat yang senang dengan berpetualangan mencoba hal-hal yang baru, seperti travelling, kuliner, dan berkenalan dengan warga-warga sekitar. Dan saya pun sangat suka dengan ketinggian karena dengan itu saya bisa mengukur keberanian saya.hhee…
Saya ini juga bisa di katakana berwatak sedikit ceroboh namun juga selalu berhati-hati dalam mengambil tindakan, periang, bisa dikatakan memiliki pendirian yang kokoh,tidak senang dengan keraguan dan selalu hemat setiap bulan untuk menabung tapi suka royal juga dengan teman-teman..hhee . Saat ini saya sedang menimba ilmu di salah satu perguruan swasta yang cukup terkenal akan teknologi informatika di kawasan depok. Sebenarnya niat saya selepas SMA adalah saya ingin melanjutkan kuliah di luar Jakarta dan saya pun mencoba test UMB & SNMPTN di salah satu universitas negri di daerah bandung dan sesaat pengumuman, saya keterima di universitas tersebut dengan jurusan  Teknik.
Tapi apa boleh buat,orang tua saya tidak mengizinkan saya untuk kuliah di luar Jakarta, karena saya sebagai anak pertama & saya seorang wanita ,orang tua saya takut terjadi yang tidak diharapkan, atau pun salah pergaulan di sekitar wilayah tersebut. Maka dari itu saya tidak ingin durhaka atau pun mengecewakan kedua orang tua saya, akhirnya orang tua saya menyuruh saya untuk kuliah di perguruan swasta di kawasan depok,yaitu universitas gunadarma  untuk mengambil jurusan yang berbaur dengan teknologi informasi. Awalnya si saya tidak tertarik dengan jurusan IT karena saya tidak menyukai sejak dari SMA, berhubungan saya tidak ingin mengecewakan kedua orang tua saya, saya memilih jurusan Sistem informasi pada pilihan kedua, dan pilihan pertama saya yaitu jurusan managent. Setelah saya menjalani perkuliahan di jurusan sistem  informasi, ternyata yang saya kira susah, ternyata seru dan main logika sekali lagi pula untuk kedepannya pasti dunia informatika akan berkembang dengan cepat , saya pun tidak menyesal dengan pilihan saya itu dan saya pun sangat berterimah kasih kepada kedua orang tua saya.
Selama 6 semester saya jalani, alhamdulilah saya pun dapat kerjaan sampingan di kawasan kampus yaitu bertugas sebagai panitia penerimaan mahasiswa baru beasiswa dan S2 diruangan sektor dari hasil itu saya bisa menambah-nambah uang jajan saya dan bisa menabung walupun sedikit demi sedikit dan ternyata saya pun mendapatkan kelas unggulan dan teman-teman yang sangat baik dan saling tolong-menolong..
Sekian sedikit mengenai cerita singkat siapakah saya ?Semoga teman-teman pembaca dapat menggambarkan watak dan sifat saya yang sebenarnya, mohon maaf jika cerita singkat saya ini tidak kompleks, dengan rasa hormat saya ucapkan terima kasih .

Wassalamualaikum wr.wb

Kamis, 08 Maret 2012

Penalaran deduksi dan induksi

Penalaran deduksi dan induksi
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi(consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
kegiatan berfikir penalaran memiliki ciri-ciri tertentu yaitu :
1.      Ciri pertama adalah proses berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata lain menurut logika tertentu.
2.      Ciri yang kedua adalah sifat analitik dari proses berpikirnya.

Pengertian deduksi
Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum, Deduksi adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan.
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. 
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Pengertian paragraf deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.

Contoh dan Jenis paragraf deduktif

Ada beberapa penyebab kemacetan di Jakarta.
1.       jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan.
2.       kedisiplinan pengendara kendaraan sangat minim.
3.      banyak tempat yang memunculkan gangguan lalu lintas, misalnya pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. 

Penalaran Deduktif 
adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telahdiketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.
Corak berfikir deduktif :
1.      silogisme kategorial,
2.      silogisme hipotetis,
3.       silogisme alternative atau entimen.
Dalam penalaran deduktif terdapat premis. Yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan
Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu :
·         Silogisme Kategorial = Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
·         Silogisme Hipotesis = Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
·         Silogisme Akternatif = Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
·         Entimen. = Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan

Kelebihan penalaran deduktif
Pada proses induksi atau penalaran induktif akan didapatkan suatu pernyataan baru yang bersifat umum (general)  yang melebihi kasuskasus khususnya (knowledge expanding), dan inilah yang diidentifikasi sebagai suatu kelebihan dari induksi jika dibandingkan dengan deduksi.
Hal ini pula yang menjadi kelemahan deduksi. Pada penalaran deduktif, kesimpulannya tidak pernah melebihi premisnya. Inilah yang menjadi kekurangan deduksi. 

Pengertian Induksi
Induksi adalah pengambilan kesimpulan secara umum dengan berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari fakta-fakta khusus. 
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. Contoh:
Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai.
∴ Jika dipanaskan, logam memuai.
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.
Ciri-ciri Paragraf Induktif
·         Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
·         Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
·         Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
·         Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
·         Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
·         Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
·         Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama


sumber :